Posted in Ibu Bekerja

Sepasang Sayap

Saya rasa banyak orang sepakat, bahwa berusaha jadi orang baik diberbagai situasi itu tidak mudah.

Masihkah sanggup mempertahankan ahlaq terpuji saat Anda diperlakukan tidak adil? Saat ide Anda di jiplak? Saat hak Anda di rampas? Saat Anda dikhianati atau ditipu?
Manusia cenderung mudah berbuat baik kepada orang yang juga baik padanya. Terhadap orang yg berbuat jahat, manusia cenderung lebih mudah berbuat sama jahatnya.

Sepertinya dalam hal berproses menjadi lebih baik, manusia harus belajar dari ulat bulu. Meskipun masa hidupnya tergolong singkat, ia mampu bermetamorfosis menjadi kupu-kupu yang cantik. Mungkin, seperti itulah seharusnya manusia berproses dalam hidupnya. Meskipun sulit atau sakit, manusia yang mampu terus bertumbuh menjadi lebih baik akan bahagia di akhirnya.

Ahlaq yang baik itu, meskipun tidak selalu langsung bisa dilihat dampaknya, dinikmati hasilnya, tetap akan membawa siapa saja yang melakukannya kepada kebaikan. Permasalahannya, untuk bisa terus menjaga ahlaq baik, diperlukan stok sabar yang luar biasa besar.

Menahan diri untuk tidak marah meskipun bisa marah. Menahan diri untuk tidak berharap pada selain Allah, meskipun ada mahluk atau benda yang terlihat bisa jadi sandaran. Menahan diri untuk tidak selalu ingin dipuji, meskipun bisa melakukan suatu pekerjaan dengan baik. Semua itu sulit. Bahkan untuk selalu yakin bahwa kebaikan akan selalu berbuah baik itu saja, tidak selalu bisa.Begitulah beberapa manusia di uji Bab Kesabaran.

Saya pagi ini, sejak sebelum subuh sudah harus berangkat dari rumah, untuk dinas ke luar kota selama 10 hari. Tadi di perjalanan dari rumah menuju meeting point, saya melewati UGD RSUD. Hati saya trenyuh. Wajah lelah dan khawatir melingkupi orang-orang di sana.

Saya kemudian jadi merasa beruntung. Bersyukur tidak diuji dengan hilangnya nikmat sehat. Masalah lain jadi ringan. Yang penting diri ini dan semua keluarga sehat. Merasa lebih beruntung kemudian bersyukur.

Memang betul adanya bahwa sayap seorang mukmin itu harus sepasang: Sabar dan Syukur.

Meskipun, kemudian saya tersadar akan adanya permasalahan selanjutnya. Bebalnya saya, baru bisa merasa bersyukur setelah melihat ada orang lain yang saya sangka lebih menderita. Padahal napas saya gratis. Detak jantung saya gratis. Kedipan mata gratis. Duh Allah. Ampun.

Author:

Just Me.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s