Posted in Makaryo

Berperan sebagai korban atau pelaku?

Masih jelas di memori bangsa Indonesia, saat ada seorang ibu pemilik warteg digrebek oleh satpol PP karena ia berjualan saat ramadhan. Padahal, itu dinilai melanggar Perda. Ramai-ramai orang berkomentar, bahkan ada yang menggalang donasi sampai terkumpul ratusan juta. Saya mau ikutan membahas masalah ini, karena baru-baru saja mengalami kejadian yang serupa tapi tak sama.

Jadi ceritanya, memang di dunia ini ada orang-orang yang sudah mahir berperan sebagai “korban”. Apapun kondisinya, sekalipun dia keliru, dengan keahliannya, orang lain bisa melihat ybs sebagai korban.

Sayangnya, orang di Indonesia masih sangat baperan. Kenapa saya bilang begitu? Mau bukti? Ya itu tadi. Cerita ibu warteg itu. Orang tanpa tahu ujung dan pangkal kejadian, hanya berbekal melihat sebuah video di sosmed, menggalang dana bantuan kepada “korban” sampai terkumpul ratusan juta. Terbawa perasaan kasihan.

Padahal, dalam sudut pandang peraturan daerah tsb si ibu adalah pelaku. Berjualan di siang hari bulan Ramadhan. Saya tidak mau komen soal PERDA ini. Di Bali juga ada PERDA soal Nyepi, yang semua orang bali dan non bali diharuskan taat. Mungkin di Merauke sana juga ada, yang mengatur soal pelaksanaan kegiatan di hari Minggu.

Kejadian balada “korban dianiaya pelaku” seperti ini bisa bertambah celaka lagi, kalau terjadi di lingkungan yang ikatan emosi sosialnya tinggi. Yang ciri-cirinya, dinding saja punya telinga.

Hati-hatilah jika Anda bertemu dengan orang yang ahli berperan sebagai “korban” di lingkungan tersebut. Bisa-bisa Anda akan “dihakimi” massa tanpa perlu tahu duduk perkaranya. Percaya sajalah… karena saya sudah mengalaminya.

Ini membuat saya mikir (gaya cak lontong). Kenapa terdampar di lingkungan seperti itu. Tapi diluar nature saya sebelumnya, yang cenderung ingin menghindari konflik, saya mau tumbuh. Saya mau melakukan sesuatu dengan benar. Toh jika hal buruk terjadi, Allah selalu menyiapkan kebaikan setelahnya. Bahwa hal yang baik akan selalu baik akhirnya. Tidak pernah meleset.

Author:

Just Me.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s