Posted in Adventure

Mengunjungi Kotanya Sri Sultan (part 1)

Bagi orang yang pernah ke Jogja, entah itu untuk kuliah atau sekedar jalan-jalan, pasti kangen pengen ke sana lagi. Terbukti, semua temen kos saya selama di Jogja dan juga temen-temen kuliah, di status Facebooknya banyak yang posting tentang Jogja meskipun sudah tidak lagi tinggal di sana.

Ada yang posting soal rasa kangen makan di warung nasi kucing, kangen sarapan gudeg, kangen jalan di Malioboro, sampai kangen pengen ke masjid kampus. Yang terakhir itu pasti aktivis masjid🙂

Kalau mereka kesampaian balik ke Jogja lagi, mereka akan posting foto dan kata-kata romantis soal Jogja, sekaligus nge-tag temen-temennya. Biar temennya pada ketularan ke Jogja lagi… lagi dan lagi.

Saya pernah kepikiran, apa sultan pasang pelet ya, biar orang-orang jatuh cinta sama Jogja. Biar tetap banyak wisatawan “soan” ke sana. Biar tetap banyak income buat penduduk Jogja. Para tukang becak, tukang andong, rental mobil dan motor sampai pengusaha losmen dan hotel. Haha… yang ini pasti prasangka buruk saya saja.

Kenapa saya sampai mikir gitu? Soalnya, saya juga jatuh cinta setengah mati sama kota ini. Sering kepikiran kenapa tiba-tiba kangen Jogja. Ga tau kenapa. Sama seperti saya kadang mikir kenapa saya jatuh hati berat sama suami saya. Eaaaa….🙂

****

11 April 2016

Lihatlah saya, yang lagi deg-degan di dalam kereta. Stasiun terakhir yang saya lewati adalah Klaten. Sebentar lagi, kereta api ekspress ini akan melewati stasiun Lempuyangan dan berhenti di stasiun Tugu Jogjakarta. Kembali ke Jogja seolah menyeret ratusan kenangan akan kota ini. Ia merupakan salah satu ruas setapak jalan suka dan duka. Kembali ke Jogja seperti bertemu lagi dengan kekasih yang lama tidak dijumpai. Hati berdebar-debar, ingin tahu apa ada yang berubah darinya.

Ini adalah perjalanan dinas. Semestinya seperti perjalanan dinas yang lain, saya hanya punya satu tujuan: Kerja. Namun pesona Jogja, tetap menyeret saya pada misi lain. Misi pribadi, menikmati suasana kota ini dengan lebih intens. Melepaskan kangen, setelah 5 tahun tidak ke Jogja.

Maka perjalanan dinas kali ini sangat Spesial bagi saya. Saking spesialnya, saya sampai menolak memesan tiket pesawat Garuda nan nyaman, dan rela terguncang-guncang selama 7 jam di dalam kereta. Menurut saya, ke Jogja itu lebih afdhal kalau naik kereta karena saat turun dari kereta, kita akan disambut langsung oleh 3 icon kota Jogja: Stasiun Tugu, Malioboro dan Jalan Mangkubumi yang di ujung jalannya berdiri kokoh Tugu Jogja. Hal ini tidak akan kita dapatkan jika kita naik pesawat atau bis. Kurang romantis apa saya?!🙂

Begitu turun di peron stasiun, saya menghirup sepuas-puasnya udara Jogja seolah membiarkannya memeluk jiwa saya. Membiarkannya melepaskan rindu mengisi rongga paru-paru dengan udara di kota ini. Mata saya berusaha menyapu sekeliling. Meskipun sudah malam, sekitar pukul sembilan, penjual makan masih berderet di selasar peron. Inilah bedanya dengan stasiun kota Malang atau stasiun Blitar yang sudah “bersih” dari pedagang. Di sini, lapak pedagang kaki lima masih diijinkan di dalam stasiun. Ada gudeg, ada bakpia, lanting dan banyak dagangan khas Jogja lainnya. Suasana stasiun yang tempo dulu ini nih yang istimewa.

Saya lalu memutuskan mengikuti plang petunjuk “Exit” yang mengarahkan saya melewati terowongan pendek. Rupanya terowongan itu menuju ke pintu Keluar di depan hotel Abadi jalan Pasar Kembang. Rupanya keberadaan terowongan ini adalah salah satu bagian wajah baru dari stasiun tugu, selain wajah lamanya tadi.

Hati saya tersenyum. Kembali menyadari inilah yang membedakan kota ini dengan kota lainnya. Baru dan lama saling berdampingan arif. Semoga tetap selalu begitu ya Jogja….

Jogja setelah lima tahun, rasanya dia semakin kekinian. Ada banyak hotel baru bermunculan. Bangunan berarsitektur modern itu berpadu dengan bangunan lama khas Jogja. Masih ada ciri mu, tapi ada juga yang bertambah.

Dalam empat hari ini, aku ingin kita bisa ngobrol akrab seperti dulu. Ingin bisa bercengkrama lagi.

“Jogja, setiap titiknya romantis.” (Anies Baswedan)

Author:

Just Me.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s